“Salah satu perbedaan pemrograman engineer dengan pemrograman jurusan komputer lainnya adalah, dimana seorang engineer harus mengedepankan problem solve dalam pola pikir dan perancangan program..” demikian kurang lebih kata pak Sony saat membuka kulia pemrograman, misalnya, pemrograman pada C# dimana dalam beberapa editor telah menyiapkan library dan tool yang mempermudah user untuk pemrograman seperti mencari nilai Sinus, Cosinus dan Tan.. secara default untukk mencari sin, cos dan tan pada editor C# (rata-rata, kebanyakan) menggunakan library <math.h> sedangkan untuk mencari nilai sin cos tan:

sin=sin(derajat), cos=cos(derajat), tan=tan(derajat) atau tan=sin/cos

nilai derajat = input derajat * radian, dimana radian = pi/180 atau setara 0.01745xxx

tapi, seorang engineer dianjurkan untuk tidak menggunakan kemudahan tersebut, melainkan mencari dan menemukan dari mana nilai tersebut didapatkan, dengan kata lain, bagaimana cara membuat library sendiri. seperti kita ketahui (dari wikipedia) persamaan sinus dan cos adalah :

catatan : setiap n=0 sampai n=~ dimana setiap kelipatan ganjil nilai n menjadi – (minus) dan setiap kelipatan genap n menjadi positif (+), sedangkan nilai pangkat setiap keliapatan 1 menjadi kelipatan 2 (n^2), dan faktorialnya pun demikian. maka untuk menyelesaikan persamaan mencari nilai sinus, cosinus, dan tg dengan C# (code block) sebagai berikut (cara yang diajarkan, banyak cara, tapi ini yang mudah untuk dipahami, menurut saya)

(Editor C# yang digunakan)

Brikut List program mencari sin, cos, tg (setiap orang tentu memiliki cara dan alur pengerjaan yang berbeda, ini hanya referensi)

/***********************************************

Program mencari nilai Sinus, Cosinus
dengan masukan sudut derajat sesuai  cara Bpk. Sony
by:Emi Heru Hermanto
Bandung Institute of Technology Student
**********************************************/


#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>

//penetapan nilai awal
#define N 10 //jumlah iterasi
#define pi 3.14159265 //konstanta pi dengan iterasi 100

//deklarasi fungsi yang akan digunakan
double hitungpangkat (double, int); //perhitungan pangkat
double hitungfaktorial(int n); //perhitungan factorial
int menupembuka ();


//fungsi utama

int main()
{
//deklarasi variabel
int i,j,l;
double xdeg, xrad, cos, sin, tan;

//pemanggilan menupembuka
menupembuka();

//pengulangan
ulang:
//inisialisasi
cos=0.0;

//masukan
printf(“nmasukkan nilai x (dalam derajat) : “winking;scanf(“%lf”,&xdeg);
printf(“n”winking;

//persamaan
xrad=xdeg*(pi/180);
printf(“Nilai x (%.3lf derajat) dalam radian adalah : %lfn”, xdeg,xrad);

//proses cosinus
j=0;
for(i=0;i<N;i++){
if((i%2)==0) //jika i dibagi 2 sisanya 0 maka :
cos=cos+(hitungpangkat(xrad,j)/hitungfaktorial(j));
else
cos=cos-(hitungpangkat(xrad,j)/hitungfaktorial(j));
j +=2;
}
//keluaran Cosinus
printf(“Nilai cos %.3lf derajat adalah %lfn”,xdeg,cos);

//proses sinus
j=1; // nilai awal pangkat (x^1)
for (i = 0;i < N; i++){
if ((i%2)==1) //jika nilai i dibagi 2 dan sisa 1
sin = sin – (hitungpangkat(xrad,j)/hitungfaktorial(j)); //tandanya kebalikan dari cosinus
else
sin = sin + (hitungpangkat(xrad,j)/hitungfaktorial(j)); //tandanya kebalikan dari cosinus
j +=2;
}

//    sin=sin(xrad);

//keluaran
printf(“Nilai Sinus %.3lf derajat adalah %lfn”,xdeg,sin);

//mencoba hitung tan
tan=sin/cos;

//keluaran tan
printf(“nNilai tan %lf derajat adalah : %lf “,xdeg,tan);

//KONFIRMASI PENGULANGAN
printf(“nAnda Ingin Mengulang ? nTekan 1 untuk ulang dan Tekan 0 untuk keluar : “winking; scanf(“%d”,&l);
if (l==1){
goto ulang;
}

return 0;
}

//penggunaan fungsi hitung faktorial
double hitungfaktorial(int n){
int i;
double f;
f=1;
for(i=0;i<n;i++)
f=f*(n-i);
return f;
}

//penggunaan fungsi hitung pangkat
double hitungpangkat (double a, int b){
int i;
double p;

p=1;
for (i=0;i<b;i++)
p=p*a;
return p;
}

//fungsi menu pembuka
int menupembuka () {
printf(“n——————————————————————————-”winking;
printf(“n          PROGRAM MENCARI NILAI SUDUT DERAJAT MENJADI SINUS, COSINUS, TAN”winking;
printf(“n——————————————————————————-”winking;
printf(“nJenis keluaran yang anda dapatkan dengan program ini adalah”winking;
printf(“n  1 : Nilai Sinus”winking;
printf(“n  2 : Nilai Cosinus”winking;
printf(“n  3 : Nilai Tan”winking;
printf(“n——————————————————————————-”winking;
printf(“n            By : Emi Heru Hermanto, dengan menggunakan cara Bp Sonny”winking;
printf(“n——————————————————————————-”winking;
}

dengan program ini akan dihasilkan keluaran sebagai berikut:

jika menekan 1, maka program akan diulang dari masukan nilai derajat:

dengan demikian kita telah menggunakan salah cara yang harus dilakukan oleh seorang engineer (mengurangi kemudahan, namun mencoba untuk menemukan kemudahan baru secara detail dari setiap langkah dan pengerjaan agar dapat dipertanggung jawabkan).

nilai

pi approx 3.14159~26535~89793~23846~26433~83279~50288~41971~69399~37510,!

atau PI = 3.1415926535 8979323846 2643383279 5028841971 6939937510 5820974944 5923078164 0628620899 8628034825 3421170679 8214808651 3282306647 0938446095 5058223172 5359408128 4811174502 8410270193 8521105559 6446229489 5493038196 4428810975 6659334461 2847564823 3786783165 2712019091 4564856692 3460348610 4543266482 1339360726 0249141273 7245870066 0631558817 4881520920 9628292540 9171536436 7892590360 0113305305 4882046652 1384146951 9415116094 3305727036 5759591953 0921861173 8193261179 3105118548 0744623799 6274956735 1885752724 8912279381 8301194912 9833673362 4406566430 8602139494 6395224737 1907021798 6094370277 0539217176 2931767523 8467481846 7669405132 0005681271 4526356082 7785771342 7577896091 7363717872 1468440901 2249534301 4654958537 1050792279 6892589235 4201995611 2129021960 8640344181 5981362977 4771309960 5187072113 4999999837 2978049951 0597317328 1609631859 5024459455 3469083026 4252230825 3344685035 2619311881 7101000313 7838752886 5875332083 8142061717 7669147303 5982534904 2875546873 1159562863 8823537875 9375195778 1857780532 1712268066 1300192787 6611195909 2164201989 3809525720 1065485863 2788659361 5338182796 8230301952 0353018529 6899577362 2599413891 2497217752 8347913151 5574857242 4541506959 ….. juga merupakan sebuah kemudahan yang hasus dipecahkan, mengapa ada nilai pi, dari mana nilai pi, dan mengapa pi identik dengan 3.14 atau 22/7 padahal jika dihitung dengan iterasi 10 pi=3.05, lalu 0.09nya kemana..?? apakah berlaku untuk komputer yang memiliki mamory hanya 32bit..? tentu harus dutemukan dan dijawab secara logis.

cara menemukan pi adalah sama seperti menemukan nilai sin, atau cos, yaitu membutuhkan iterasi (putaran) pengulangan….

(continue)