Cisco packet tracer adalah aplikasi perangkat lunak gratis/free besutan perusahaan penyedia jaringan komputer Cisco. Aplikasi perangkat lunak ini memungkinkan seorang perancang/disainer jaringan komputer melakukan simulasi yang mendekati kejadian sebenarnya (real time). Tidak hanya menyajikan real time simulation, Cisco packet tracer menyediakan perangkat-perangkat yang berhubungan dengan jaringan komputer dan komunikasi data. Perangkat-perangkat tersebut antara lain switch, hub, bridge, routers,end devices, dan lainnya. Tampilan dan cara kerja perangkat pendukung jaringan komputer tersebut juga dirancang semirip mungkin baik tampilannya maupun cara kerja nya. Jadi dengan Cisco packet tracer, kita dapat berkreasi dan merancang suatu jaringan komputer tanpa khawatir memikirkan biaya.

Tampilan awal Cisco packet tracer

Membangun jaringan komputer

Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk membangun jaringan komputer adalah menentukan end user dan berapa jumlah end user yang digunakan kemudian indentifikasi apakah hanya melibatkan end user sejenis atau memerlukan perangkat pendukung lainnya. Karena  menentukan juga jenis media transmisi wire (kabel) atau wireless. Kita coba menggunakan kabel sebagai media transmisi. Kabel terbagi dua yaitu straight dan cross. Straight dapat digunakan untuk menghubungkan device yang berbeda jenisnya, seperti komputer dengan switch. Cross dipakai untuk menguhubungkan device sejenis, seperti komputer1 dengan komputer2 atau laptop1 dengan komputer1.

Kita coba membangun sebuah jaringan dimana terdapat lima buah komputer yang akan dihubungkan satu sama lain. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, diperlukan perangkat tambahan, switch. Switch mengatur lalu lintas paket data yang lalu lalang diantara lima komputer. Tanpa ada switch, kelima komputer tersebut tidak bisa saling berhubungan.

Lima komputer yang akan coba dihubungkan, diperlukan switch sebagai pengatur lalu lintas data.

Nama  switch dan masing-masing komputer dapat diganti sesuai kebutuhan. Hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah menentukan alamat ip masing-masing komputer.  Caranya doubleclick pada komputer yang akan diset alamat ip nya, contohnya kita ambil komputer1. Kemudian pada kotak dialog pilih tab config. Pilih FastEthernet, set ip misalkan 192.168.5.1. Jangan lupa mengisikan subnet mask dengan nilai 255.255.255.0 karena jika tidak diisikan, alamat ip yang sudah diset tadi bisa saja hilang. Lakukan hal yang sama untuk tiga komputer  lainnya, tentunya dengan membedakan alamat ip masing-masing komputer.­­


Karena switch yang dipilih adalah switch dengan jumlah port yang belum ditentukan, maka sekarang kita harus menentukan jumlah portnya terlebih dahulu, yaitu empat port (sesuai kebutuhan). Port yang digunakan adalah fast ethernet. Kemudian memasang port fast ethernet, caranya cukup klik and drag ke port yang masih kosong di switch. Pastikan sebelumnya power switch dalam keadaan off.


Jika indikator lampu hijau  menyala berarti setiap komputer sudah saling berhubungan dan siap melakukan komunikasi data.

Melakukan ping
Mari kita coba melakukan ping dari komputer4  menuju komputer 1 untuk menguji apakah kedua komputer tersebut sudah saling berhubungan atau belum. Caranya, doubleclick gambar komputer4 >pilih tab desktop>pilih command prompt>ketik ping 192.168.5.1 yang merupakan alamat ip komputer1.

Dari screenshot di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses ping berjalan dengan sukses. Empat paket data dikirim dari komputer4 menuju komputer1, keempat paket data tersebut berhasil terkirim seutuhnya.

Lima komputer yang akan coba dihubungkan, diperlukan switch sebagai pengatur lalu lintas data.

Nama  switch dan masing-masing komputer dapat diganti sesuai kebutuhan. Hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah menentukan alamat ip masing-masing komputer.  Caranya doubleclick pada komputer yang akan diset alamat ip nya, contohnya kita ambil komputer1. Kemudian pada kotak dialog pilih tab config. Pilih FastEthernet, set ip misalkan 192.168.5.1. Jangan lupa mengisikan subnet mask dengan nilai 255.255.255.0 karena jika tidak diisikan, alamat ip yang sudah diset tadi bisa saja hilang. Lakukan hal yang sama untuk tiga komputer  lainnya, tentunya dengan membedakan alamat ip masing-masing komputer.­­