psikologi ekonomi: pengantar

Matakuliah ini menarik, karena menggabungkan dua bidang: Psikologi dan Ekonomi. Keduanya memiliki objek formal yang sama, yakni manusia. Kalau di psikologi lebih diperhatikan bagaimana proses yang dilakukan manusia, kalau di ekonomi lebih ke output dari perilaku. Baik Psikologi mapun ekonomi, keduanya berbicara mengenai motif/motivasi. Jika dalam psikologi motivasi manusia atas perilakunya itu bermacam-macam, maka dalam ekonomi motivasi dibalik perilaku manusia adalah untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dengan usaha sekecil-kecilnya, atau maximizing utility.

Manusia dianggap makhluk rasional (karena sifatnya yang selalu ingin memaksimalkan setiap manfaat yang diperolehnya dengan usaha sekecil-kecilnya). Lalu kenapa ini jadi masalah? Karena tentu saja akibat timbulnya kesenjangan. Harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Juga timbulnya berbagai macam pilihan yang tentu saja juga jadi masalah. Karena ingat, rasional-nya itu memiliki syarat, dan disinilah potensi-potensi masalah itu timbul:
1. Maximizing utility. Bagaimana mendapatkan manfaat optimal dengan usaha minimal. Kadang ada hal yang usahanya minimal tapi hasilnya juga minimal. Tetapi pembelaan ekonom, ya daripada tidak sama sekali. hehehe
2. Ingat juga bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengolah informasi yang dimiliki untuk mengambil keputusan yang terbaik. (Dan biasanyanya kita mengalami BINGUNG RESAH GELISAH )
3. Bahwa manusia itu selfish. Selalu ingin yang terbaik untuk kepentingannya sendiri. Namun yang terjadi kan gak selalu. Lha itu, ada yang namanya zakat, shodaqoh, charity, nyumbang. Buat apa nyumbang segala, mengeluarkan uang untuk diberikan. Ho ho ho ternyata, komoditas ekonomi itu gak selalu yang bernilai uang. Komoditas ekonomi itu bisa bersifat psikologis, bisa sosial, yang kalau dikonversi ke moneter (ke senilai uang/ nilai tertentu) ya, ada nilainya, bisa dihitung. Hooo
4. Manusia memiliki will power tanpa batas. Jadi sebenernya kebiasaan menunda-nunda itu bukan kebiasaan manusia . Namun, kadang seseorang menunda-nunda karena mungkin.. *mungkin lho* kenikmatan dari menunda itu lebih tinggi daripada tidak menunda. (ah, tapi apa iya trataban, wayangan garap tugas semalaman itu menyenangkan? Ingat dong poin HASIL YANG OPTIMAL. (Kalo mendadak apa iya hasilnya bisa optimal?eh?!)

Teori-teori ekonomi mengapa dapat membahas hal dari yang makro ke mikro, karena teori ini adalah teori PARSIMONI (teori yang simple, sederhana, tetapi mampu menjelaskan hal yang besar dan lauas). Bagaimana tidak, asumsi dasar dari teori ekonomi is so simple: manusia itu rasional, sehingga dia akan selalu MAXIMIZING UTILITY.

Kalau teori psikologi yang parsimoni……………………. *wink wink